Rabu, 29 Agustus 2012

Mengapa Mata Tidak Tahan Dengan Bawang Merah ?

Anda harus siap mengeluarkan air mata alias menangis jika ingin menggunakan bawang merah untuk bahan masakan Anda.
Selain untuk memasak, bawang diyakini mengandung bahan kimia yang berfungsi sebagai anti kolesterol, anti inflamasi antioksidan (radang), dan juga dapat membantu mengatasi tekanan darah.
Lalu, mengapa mata tidak tahan terhadap bawang merah?
Ketika Anda memotong atau mengupas bawang, Anda akan memecahkan sel-sel dalam bawang yang tergabung disetiap lapisan. Satu membran bawang mengandung enzim, sementara yang lain mengandung senyawa belerang.
Ketika bawang diiris atau dikuliti, maka reaksi kimia terjadi antara enzim dan juga senyawa belerang yang menghasilkan gas volatil (yang mudah menguap). Gas ini akan bereaksi dengan udara sekitarnya dan berubah menjadi asam sulfat.
Karena ujung saraf mata sangat sensitif, tekanan gas pada mata menjadi iritasi dan merangsang mata melakukan perlindungan, yaitu dengan memproduksi air mata. Maka tak heran jika semakin banyak bawang dipotong, air mata yang keluar akan semakin banyak.

 gettyimages


Untuk mengurangi iritasi mata saat berhadapan dengan bawang, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan: 

  1. Menjaga jarak mata dengan bawang. Dengan begini, gas yang mengiritasi mata akan berkurang.
  2. Jaga agar suhu bawang tetap dingin agar dapat mengurangi gas yang keluar karena inaktivasi enzim.
  3. Menggunakan kacamata. Kacamata akan melindungi mata, sehingga mengurangi iritasi.
  4. Mengunyah permen karet. Ini akan membuat Anda bernapas melalui mulut, sehingga mengurangi eksposur gas ke mata.
  5. Cobalah untuk tidak menggosok mata karena akan membuat mata lebih perih dan memicu lebih banyak air mata yang keluar  

(source :ZOOM INDO)

Tidak ada komentar: