Anda harus siap mengeluarkan air mata alias menangis jika ingin menggunakan bawang merah untuk bahan masakan Anda.
Selain
untuk memasak, bawang diyakini mengandung bahan kimia yang berfungsi
sebagai anti kolesterol, anti inflamasi antioksidan (radang), dan juga
dapat membantu mengatasi tekanan darah.
Lalu, mengapa mata tidak tahan terhadap bawang merah?
Ketika
Anda memotong atau mengupas bawang, Anda akan memecahkan sel-sel dalam
bawang yang tergabung disetiap lapisan. Satu membran bawang mengandung
enzim, sementara yang lain mengandung senyawa belerang.
Ketika
bawang diiris atau dikuliti, maka reaksi kimia terjadi antara enzim dan
juga senyawa belerang yang menghasilkan gas volatil (yang mudah
menguap). Gas ini akan bereaksi dengan udara sekitarnya dan berubah
menjadi asam sulfat.
Karena
ujung saraf mata sangat sensitif, tekanan gas pada mata menjadi iritasi
dan merangsang mata melakukan perlindungan, yaitu dengan memproduksi
air mata. Maka tak heran jika semakin banyak bawang dipotong, air mata
yang keluar akan semakin banyak.
Untuk mengurangi iritasi mata saat berhadapan dengan bawang, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan:
- Menjaga jarak mata dengan bawang. Dengan begini, gas yang mengiritasi mata akan berkurang.
- Jaga agar suhu bawang tetap dingin agar dapat mengurangi gas yang keluar karena inaktivasi enzim.
- Menggunakan kacamata. Kacamata akan melindungi mata, sehingga mengurangi iritasi.
- Mengunyah permen karet. Ini akan membuat Anda bernapas melalui mulut, sehingga mengurangi eksposur gas ke mata.
- Cobalah untuk tidak menggosok mata karena akan membuat mata lebih perih dan memicu lebih banyak air mata yang keluar
(source :ZOOM INDO)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar